Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Monday, April 13, 2009

Kenali Jenis Kulit Wajah Anda

Terdapat 5 jenis kulit wajah: normal, berminyak, kering, kombinasi, dan sensitif. Untuk mengetahui jenis kulit Anda dengan cara mudah.

Ambil selembar tisu atau kertas makeup khusus untuk mengangkat minyak, lalu perhatikan di mana minyak-minyak di wajah Anda berkumpul. Lakukan sekitar beberapa jam setelah wajah dibersihkan, dalam suhu ruangan yang normal (tidak dingin, tidak panas). Tekan-tekan tisu tersebut di titik T-zone (hidung dan daerah dahi bagian atas alis mata), lalu perhatikan. Alihkan ke titik-titik lain di wajah Anda, dan perhatikan lagi sisanya. Berikut tanda-tandanya dan artinya:


1. Kulit normal: Tak akan ada banyak sisa minyak, atau ada sedikit sisa minyak dari wajah di titik T-zone. Jika kulit Anda normal, kulit wajah Anda akan terasa lembut dan kenyal di seluruh bagian wajah secara merata.

2. Kulit kering: Seperti kulit normal, tisu tak akan banyak mengandung minyak, namun akan ada kulit-kulit yang mengelupas, terasa kencang, dan kering.

3. Kulit berminyak: Akan tersisa banyak sisa minyak di tisu atau kertas minyak yang Anda gunakan, namun minyak ini berasal dari seluruh bagian wajah, daerah T-zone, pipi, dagu, dan dahi. Mudah untuk mengenali kulit berminyak, karena biasanya jenis kulit ini memiliki pori-pori besar dan berjerawat.

4. Kulit kombinasi: Kulit kombinasi berarti Anda memiliki kulit berminyak dan kulit kering (bukan normal). Jika kertas minyak yang Anda gunakan mendapati banyak minyak di daerah T, namun Anda juga mendapati bahwa sisa kulit Anda mengelupas atau kering dan kencang, maka kulit anda termasuk jenis kombinasi.

5. Sensitif: Kulit sensitif tidak akan banyak meninggalkan sisa minyak, tapi akan cenderung kering dan terasa kencang. Sering berwarna kemerahan, mengelupas, dan sering terasa gatal ketika diaplikasikan produk perawatan kulit, juga rawan berjerawat. Setelah mengetahui jenis kulit wajah, akan lebih mudah untuk merawat dan membeli produk perawatan yang paling tepat untuknya. Namun perlu diingat, ini adalah teknik dasar untuk mengetahui jenis kulit. Jika Anda masih belum yakin atau ingin lebih dalam merawat kulit wajah Anda, temuilah dokter kulit atau pakar kesehatan kulit untuk mendapatkan perawatan yang terbaik.


Sumber : Kompas - Minggu, April 12


Selengkapnya.....

Delightful Thai Tea

Siapa yang tak suka teh? Rasanya sulit menghindari minuman yang satu ini dari kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Tak hanya sebagai pemula hari, teh juga sering disuguhkan sebagai pendamping bersantap, sebagai suguhan saat berkunjung, atau sebagai pelepas dahaga yang bisa dibeli dalam bentuk botolan.

Meski seakan tak bisa dihindarkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, ternyata teh bukan asli berasal dari Indonesia. Tanaman ini awalnya populer dari daerah India, China, dan Tibet. Awalnya, teh dipercaya bisa menghilangkan racun. Namun lama-kelamaan, berkembang budaya meminum teh yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Menanggapi kesukaan dan makin populernya teh di berbagai kalangan, J.Co pun seakan tak mau ketinggalan menyuguhkan donat dan teh kreasinya. Mungkin penggemar J.Co sudah tak asing lagi dengan menu Thai Iced Tea (biasa disebut Cha-yen), campuran black tea dengan susu kental dan disajikan dingin. Minuman ini tersedia di seluruh gerai J.Co Donuts & Coffee dengan harga Rp 19.000 (medium) dan Rp 21.000 (reguler).

Kini J.Co menghadirkan pasangan untuknya, yakni donat yang diberi nama Lady Thai Tea. Donat ini merupakan donat tart dengan topping glaze, ditambah whipped cream bercita rasa creamy tea. Kandungan tehnya mampu memanjakan lidah. Donat Lady Thai Tea Donut bisa didapatkan dari harga Rp 6.000 (per satuan) hingga Rp 91.000 per dua lusin.


Sumber : Kompas - Minggu, April 12



Selengkapnya.....

10 Ibu Rumah Tangga Tertular HIV/Aids

Sebanyak 10 ibu rumah tangga di Provinsi Banten terindentifikasi tertular positif penyakit HIV/AIDS setelah dilakukan pemeriksaan khusus di Klinik Teratai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang.

"Ke-10 ibu rumah tangga itu saat ini mendapat perhatian serius agar tidak menularkan virus kepada keluarga maupun orang lain," kata dr Edi Santoso dari RSUD Serang, Minggu.

Edi mengatakan, ke 10 ibu rumah tangga itu tertular dari suaminya yang terlebih dahulu tertular HIV/AIDS. Penularan HIV/AIDS terbukti dengan menyerang siapa saja dan tidak pandang bulu, termasuk ibu rumah tangga yang baik-baik dan rajin ibadah juga tertular HIV/AIDS.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada berbagai elemen masyarakat agar melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS dengan tidak mengkonsumsi narkoba, menggunakan jarum suntik bekas, dan hubungan seks yang gonta-ganti pasangan.

Sebagian besar penularan HIV/AIDS disebabkan jarum suntik, narkoba, hubungan seks yang sudah terkena HIV/AIDS dan transfusi darah.

Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada laki-laki untuk menggunakan kondom karena kondom bisa mencegah risiko penularan HIV/AIDS.

"Selama ini penyakit HIV/AIDS di Banten tahun ke tahun di Banten mengalami peningkatan," katanya.

Dia menjelaskan, sejak 1996 penderita HIV/AID di Banten hanya dua orang terkena positif HIV.

Akan tetapi, saat ini penularan HI/AIDS di Banten tercatat sebanyak 1.413 kasus dan 51 dilaporkan meninggal dunia.

Dari 1.413 kasus itu di antaranya sebanyak 1.181 kasus menderita HIV dan 232 kasus teridentifikasi AIDS.

Artinya, lanjut dia, penularan penyakit HIV/AIDS sudah tahap mengerikan.

"Saya kira penularan HIV/AIDS akan terus meningkat, apabila masyarakat sendiri tidak membangun paradigma hidup sehat," katanya.

Sementara itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banten, Arief Mulyawan, mengatakan, pihaknya saat ini terus memonitor 10 ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS.

Penyakit HIV/AIDS merupakan jenis penyakit menular dan mematikan sehingga perlu adanya pencegahan agar tidak menularkan kepada orang lain.

"Selama ini kami dan Klinik Teratai bekerja sama untuk melayani penderita HIV/AIDS," katanya.


Sumber : Antara - Senin, April 13



Selengkapnya.....

Polusi Udara Ganggu Perkembangan Janin

Paparan polusi udara dari kendaraan bermotor bisa mengganggu pertumbuhan janin dan mengakibatkan berat badan lahir rendah. Para ibu hamil dianjurkan menghindari paparan polusi itu.

”Jika ibu hamil menderita penyakit terkait polusi udara, itu memengaruhi suplai makanan pada bayi,” kata dr Rinawati Rohsiswatmo dari Divisi Neonatal Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada pertengahan pekan ini di Jakarta.


Rina menjelaskan, masalah berat badan lahir rendah berdampak buruk pada kesehatan bayi. Salah satunya, bayi berisiko mengalami serangan akut seperti hipertermia dan tidak bisa bernapas normal. Dalam jangka panjang, hal itu bisa menghambat perkembangan otak.

Di Indonesia, 15-17 persen total jumlah bayi lahir dengan berat badan rendah, yaitu 2,5 kilogram atau kurang. ”Penyebab langsung di Indonesia adalah suplai makanan ke bayi kurang karena ibu sakit atau pembuluh darahnya terganggu saat hamil dan ada kelainan pada janin,” ujarnya.

Hasil studi di AS yang dipublikasikan dalam Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Komunitas sebagaimana dikutip situs BBC menyebutkan, tingginya paparan polusi dari asap kendaraan bermotor pada ibu pada awal dan akhir kehamilan bisa menyebabkan janin tidak tumbuh baik sehingga bayi lahir dengan berat badan rendah.

Studi itu melibatkan 336.000 bayi baru lahir sebagai subyek penelitian di New Jersey tahun 1999-2003. Para peneliti dari University of Medicine and Dentistry di New Jersey memakai informasi akta kelahiran dan data rumah sakit. Mereka merekam data para ibu hamil, termasuk etnik, status pernikahan, pendidikan, perokok atau bukan, dan tempat tinggal saat bayi lahir.

Para ilmuwan juga mengambil data Badan Perlindungan Lingkungan AS tentang polusi udara dari titik pemantauan dengan radius 10 km di seluruh penjuru New Jersey. Data itu untuk memantau paparan polusi udara terhadap para ibu pada trimester pertama kehamilan, dari rumah ke tempat kerja.

Hasil studi itu menunjukkan, dibandingkan dengan ibu yang memiliki bayi berbobot tubuh lahir normal, para ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan sangat rendah ternyata berusia lebih muda, tingkat pendidikan rendah, etnik Afrika-Amerika, perokok, miskin, dan orang tua tunggal.

Ada dua jenis polusi kendaraan bermotor yang berdampak pada pertumbuhan janin, yaitu partikel hitam dan nitrogen dioksida. Dua jenis polusi itu bisa masuk paru-paru dan mengganggu fungsi organ itu. (EVY)


Sumber : Kompas - Senin, April 13


Selengkapnya.....

Tuesday, April 7, 2009

Terapi Dini Hepatitis Cegah Kanker Hati

Jakarta (ANTARA) - Terapi hepatitis C kronik sejak dini dapat mencegah perkembangan ke arah pengerasan hati (sirosis) dan kanker hati (hepatoseluler karsinoma).

"Infeksi hepatitis C bisa diobati dan sebagian besar dapat disembuhkan. Hasil penelitian selama 10 tahun menunjukkan pengobatan dini dapat mencegah sirosis serta menurunkan resiko kanker hati dan kematian. Biaya perawatan juga jadi bisa ditekan," kata Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Dr. Unggul Budihusodo, SpPD, KGEH di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, terapi hepatitis C terutama ditujukan untuk melenyapkan virus, menghentikan perkembangan penyakit dan menghilangkan gejala penyakit yang antara lain ditandai dengan perut buncit, kaki bengkak dan tubuh menguning.

Standar emas terapi hepatitis C saat ini, kata dia, adalah pengobatan dengan kombinasi pegylated interferon alfa dan ribavirin dengan lama terapi tergantung pada genotipe HCV.

"Keberhasilan terapi dipengaruhi faktor genotipe virus, jumlah virus, usia penderita, kondisi penyakit, saat memulai terapi dan kepatuhan pasien selama terapi," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, radang hati kronik akibat infeksi virus hepatitis C (HCV) tidak menunjukkan gejala awal yang bisa dikenali sehingga sekitar 90 persen orang yang mengidap hepatitis C tidak sadar dirinya terinfeksi.

"Sekitar 80-90 persen kasus menunjukkan gejala dan tanda yang minimal. Gejala baru terlihat ketika komplikasi sudah terjadi pada tahap lanjut, saat sudah parah," katanya.

Perkembangan penyakit hati dari infeksi awal HCV hingga menjadi kanker hati, menurut dia, juga cukup lama yakni antara 20 tahun hingga 30 tahun.

Oleh karena itu, lanjut dia, harus dilakukan pemindaian pada kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis C untuk menemukan sedini mungkin kasus infeksi hepatitis C dan menanganinya segera.

Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait harus memastikan sistem surveilans penyakit berjalan efektif untuk meningkatkan temuan kasus infeksi yang menular lewat kontak dengan darah dan cairan tubuh terinfeksi antara lain melalui transfusi darah, hubungan seks tidak aman, tato, tindik dan injeksi dengan jarum suntik itu.

Menurut Ketua Kelompok Kerja Hepatitis Departemen Kesehatan Dr.Ali Sulaiman, sejak Oktober 2007 hingga Maret tahun 2008 pemerintah bekerja sama sudah melakukan pengumpulan data hepatitis C di 125 fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di 11 provinsi pada tahap I dan 21 provinsi pada tahap II.

"Ada 491.134 sampel yang diperiksa dan 0,8 persen diantaranya positif terinteksi hepatitis C," katanya.

Ia menambahkan cakupan surveilans hepatitis C tersebut belum memadai dan masih harus diperluas untuk mengetahui besaran masalah infeksi hepatitis C di Indonesia yang saat ini diperkirakan sekitar satu persen hingga dua persen dari total penduduk.

Di samping surveilans, Unggul menjelaskan, kegiatan edukasi juga mesti diperbanyak untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya hepatitis C dan mendorong mereka memeriksakan diri secara mandiri.

Diagnosis infeksi hepatitis C, menurut Unggul, dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan virus hepatitis C dalam darah dengan pemindaian anti-HCV dan HCV RNA kuantitatif.

Sumber : Antara - Sabtu, April 4



Selengkapnya.....

Rambut Kemaluan Kok Sering Rontok?

T. Rambut kemaluan saya terus menerus rontok, apa yang harus saya lakukan?

J. Perhatikan apakah ada gejala kulit memerah, mengelupas dan gatal. Periksa pula apakah Anda mengganti deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian dalam.


Jika ya, sebaiknya gunakan deterjen yang sebelumnya. Anda juga bisa memperhatikan apakah pakaian Anda tercampur dengan pakaian jenis lain pada saat mencuci, yang bisa menimbulkan alergi pada kulit Anda. Jika belum membaik, periksa ke dokter.



Sumber : Kompas - Sabtu, April 4


Selengkapnya.....

Saat Kanker Menyerang Leher Rahim

Mendekati usia kepala empat, Retno Mardiana sibuk berkarir sebagai pegawai negeri sipil sebuah departemen pemerintah dan menikmati peran sebagai istri dan ibu dari satu anak. Namun impian untuk hidup bahagia bersama keluarga tercinta hingga lanjut usia langsung sirna ketika ia divonis menderita kanker leher rahim.

Ancaman kematian membayangi hari-harinya. Rasa sesal karena sebelumnya tidak pernah menjalani tes Pap untuk mendeteksi secara dini penyakit itu pun menderanya. Bahkan, saat mengalami perdarahan usai berhubungan intim dengan suaminya maupun ketika terserang keputihan, ia mengabaikan tanda-tanda itu sampai berbulan-bulan lamanya.

"Karena tidak ada keluhan fisik yang berarti, saya merasa dalam kondisi sehat dan tetap bisa beraktivitas seperti biasa," ujar Retno. Apalagi, saat itu perhatiannya tercurah untuk mendampingi anaknya yang tengah sakit dan harus menjalani pengobatan. Namun, lambat-laun keluhan keputihan dan perdarahan yang dialami bertambah parah.

Setelah anaknya sembuh, ia menceritakan masalah kesehatan yang dialaminya kepada pendeta yang selama ini jadi pembimbing rohaninya dan dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter. Setelah menjalani tes Pap, ia dirujuk untuk didiagnosis lebih lanjut ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Usai mengikuti serangkaian pemeriksaan, ia dinyatakan positif menderita kanker leher rahim stadium 1b dan harus segera dioperasi. Begitu pulang saya langsung menang is, serasa dunia runtuh, ini adalah akhir dari segalanya. Ternyata suami sudah menduga kalau saya kena kanker setelah mendapat informasi dari televisi dan membesarkan hati saya , tuturnya.

Atas dukungan keluarga, semangat hidupnya bangkit. Ia lalu memutuskan menjalani operasi untuk mengambil jaringan kanker dalam tubuhnya pada tahun 2002 silam. Rahim dan ovarium kirinya diangkat. Usai dioperasi, ia dirawat selamat satu bulan di rumah sakit. Setelah pulang ke rumah ia demam tinggi dan kesulitan buang air kecil, ternyata ada inkubasi bakteri yang harus diobati.

Hingga kini ia tetap kontrol ke dokter dan tes Pap secara rutin untuk mendeteksi bila ada pertumbuhan sel yang tak normal. Dua tahun silam, ditemukan ada kista sehingga satu ovarium yang tersisa akhirnya diangkat. Meski demikian, Retno tak henti-hentinya mengucap syukur karena bisa bertahan hidup, kembali bekerja, dan membesarkan putrinya yang telah beranjak dewasa.

Berisiko

Kanker leher rahim adalah pertumbuhan sel atau jaringan tak terkendali yang menyebabkan benjolan atau tumor pada leher rahim atau serviks. Pada tahap awal, sel pada leher rahim atau pintu masuk ke dalam kandungan berkembang secara abnormal yang disebut tahap pra-kanker, dan bila tidak diobati akan berubah jadi kanker.

Mayoritas kasus kanker serviks disebabkan infeksi human papillomavirus (HPV). Sebagian infeksi HPV pada perempuan menghilang sendiri meski tanpa pengobatan, namun ada juga infeksi yang menetap bertahun-tahun hingga menyebabkan kanker. Sejauh ini ada lebih dari 100 jenis HPV dan 13 jenis di antaranya mampu meningkatkan risiko kanker leher rahim. Namun 71 persen penyebab utama kanker ini terkait infeksi HPV tipe 16 dan 18.

Infeksi HPV umumnya terjadi setelah wanita berhubungan seksual dan umumnya terjadi pada usia sekitar 25 tahun. Dari infeksi HPV sampai terjadinya kerusakan lapisan lendir jadi pra-kanker hingga menuju keganasan atau kanker butuh waktu hampir 20 tahun. Selama hidupnya, hampir separuh dari wanita dan pria pernah terinfeksi HPV, kata Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Siswanto Agus Wilopo.

Semua perempuan yang berhubungan seksual berisiko terkena kanker serviks, karena dengan hubungan intim itu bisa terjadi infeksi H PV. Mereka yang berisiko tinggi terkena kanker serviks adalah, perempuan yang tidak pernah menjalani skrining, mulai berhubungan seksual dan punya anak pada usia muda, memiliki anak lebih dari 5 orang, punya beberapa pasangan atau riwayat ganti-ganti pasa ngan, serta memiliki kebiasaan merokok.

Tidak seperti beberapa virus lain, jika terinfeksi virus HPV, bukan berarti penderita akan memiliki kekebalan terhadap virus itu. "Dia tetap berisiko untuk mendapat infeksi berulang dari tipe HPV sama atau berbeda, dan tetap berisiko terkena kanker serviks," kata konsultan alergi imunologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo Prof Samsuridjal Djauzi.

Pada tahun 2008, Badan Kesehatan Dunia memperkirakan 12,4 juta penduduk menderita kanker baru dan 7,6 juta orang meninggal karena penyakit kanker. Secara global, kejadian kanker leher rahim menduduki urutan kedua setelah kanker payudara, yaitu dengan angk a kejadian penyakit baru tiap tahun sekitar 500.000 dan kematian sebanyak 288.000 orang.

Hampir 90 persen kejadian kanker leher rahim terjadi di negara sedang berkembang. Angka kejadian kanker leher rahim tertinggi di Afrika yaitu lebih dari 45 per 100.000 orang per tahun, disusul Asia Tenggara 30-44,9 per 100.000 perempuan tiap tahun. Di Asia Tenggara, kanker leher rahim menempati urutan pertama di antara penderita kanker pada wanita, kata Siswanto.

Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun ada 15.000 kasus baru kanker leher rahim terjadi dengan angka kematian 7.500 kasus per tahun. Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering terjadi pada perempuan Indonesia. "Tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia merupakan beban kesehatan, ekonomi dan sosial bagi perempuan di mana pun," kata Ketua Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia Melissa S Luwia.

Bisa dicegah

Pada tahap awal, kanker leher rahim tidak memperlihatkan gejala klinis yang signifikan. Tanda-tanda terjadinya kanker antara l ain, terjadi bercak-bercak darah atau perdarahan vaginam pasca berhubungan intim, perdarahan di antara dua siklus menstruasi atau perdarahan pasca menopause, bau lendir vagina yang menyengat meski sudah diobati untuk mengatasi infeksi vagina.

Bila ditemukan lebih awal, kanker leher rahim bisa diobati dengan beberapa metode terapi antara lain, operasi untuk mengangkat jaringan kanker yang masih terlokalisir, terapi penyinaran atau radiasi dan kemoterapi. Namun lebih dari 70 persen penderita datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut sehingga banyak pasien meninggal karena terlambat ditemukan dan diobati, kata Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia Prof M Farid Aziz.

Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan mengurangi risiko terinfeksi HPV dan menyebarnya pra kanker jadi kanker. Caranya antara lain, tidak berganti-ganti pasangan hubungan seksual, menunda waktu hubungan seksual, tidak punya anak pada usia sangat muda, memakai kondom saat berhubungan seksual dengan pasangan yang berisiko tinggi terinfeksi menular seksual, gizi seimbang, dan tidak merokok.

Selain itu, para perempuan diimbau agar memeriksakan diri sejak dini untuk mengetahui apakah punya leher rahim normal atau tidak sekaligus mendeteksi adanya fase pra kanker. Deteksi dini bisa dilakukan dengan tes Pap, metode dengan usapan lendir leher rah im menurut Papanucolaou. Deteksi dini dengan tes Pap di negara maju memperlihatkan hasil memuaskan dengan menurunkan angka kematian karena kanker serviks lebih dari separuhnya.

Kendala di negara sedang berkembang dengan cara ini adalah, biaya tes relatif mahal, minimnya jumlah tenaga ahli dan kurangnya pengorganisasian secara rapi. Karena itu, metode sederhana yang lebih praktis dan murah yaitu inspeksi visual dengan asam setat (IVA) bisa dipilih untuk digunakan dalam skrining atau penapi san secara nasional di negara-negara sedang berkembang. "Yang lebih praktis lagi adalah dengan vaksinasi, cukup dengan suntikan, tidak perlu perlengkapan rumit dan punya efektivitas tinggi," ujarnya.

Tantangan terberat vaksinasi adalah memperpanjang penga ruh vaksin agar bisa melindungi infeksi dalam jangka cukup lama. Sampai kini baru diketahui perlindungan vaksin rata-rata 6,4 tahun bagi HPV jenis 16 dan 18, kata Siswanto. Mahalnya harga vaksin ikut menghambat perluasan cakupan imunisasi. Harga vaksin akan jadi murah bila digunakan lebih luas oleh pemerintah karena produksi massal menurunkan biaya per orangnya.

Dengan deteksi secara dini disertai vaksinasi, angka kasus kanker serviks di Tanah Air diharapkan bisa menurun drastis. Lebih awal seseorang te rdeteksi, pengobatan akan lebih mudah. Harapan untuk bertahan hidup dengan kualitas baik sebagaimana dialami Retno pun bisa diraih.

Sumber : Kompas - Selasa, April 7




Selengkapnya.....

Friday, July 4, 2008

Sehat Ala Tianshi

Produk Tianshi telah banyak terbukti khasiatnya dan sudah banyak menyembuhkan berbagai penyakit yang ringan ataupun yang berat. Produksi Tianshi memang bukan obat tetapi berefek menyembuhkan karena dapat merangsang peremajaan sel-sel dan perbaiakan metabolisme di dalam tubuh. Tubuh kita sembuh, karena sel tubuh menjadi remaja kembali. Ingat Kekayaan Sesungguhnya adalah kesehatan, bukan Emas ataupun Permata. Anda & Keluarga Ingin Hidup Sehat sekaligus dapat tambahan penghasilan, disinilah tempatnya ???

Info lebih lengkap silahkan klik disini :


Jika Bisnis Tianshi Online Yang Ingin Anda Jalankan, bergabunglah dengan Situs Pembangun Jaringan Tianshi yang terdepan dan terpercaya.

[Bijak BerBisnis Online]

Keistimewaan InovasiBisnis.com

Menggunakan Website Replikasi

Matrix 4x4, 5x5, 6x6 dst [fleksibel sesuai peringkat]

Dilengkapi SpillOver Downline & Sponsor Random

Bantuan Dana Support / Pengembangan Bisnis Tak Terbatas

Tersedia Training Online & Offline, Auto Follow Up, dll

Full Report & Fasilitas di Member Area

Anda Ingin bergabung, silahkan klik disini



Selengkapnya.....

Biofir si Kalung Ajaib

Biofir (Si Kalung Ajaib)

Anda sudah banyak keluar biaya untuk berobat, bahkan mungkin sudah tak terhitung tetapi tak kunjung sembuh juga. Untuk itu kami menawarkan alternative lain untuk Anda, yaitu BIOFIR, sekali beli bisa untuk seumur hidup, mampu mentransfer energi bio yang cukup tinggi kepada pemakainya hingga dapat membantu penderita berbagai penyakit. Anda tertarik, silahkan klik disini



Biofir (Si Kalung Ajaib)

Sebuah kalung yang tampaknya biasa saja, namun ternyata mampu mentransfer energi bio yang cukup tinggi kepada pemakainya hingga dapat membantu penderita berbagai penyakit. Anda tertarik, silahkan klik disini




Selengkapnya.....